Selasa, 25 Maret 2014

perbedaan asam urat rematik

Belum banyak orang tahu tentang perbedaan asam urat dan rematik. Memang, gejala dan rasa sakit yang ditimbulkan hampir sama, namun asam urat mempunyai rasa sakit yang lebih khas dibanding rematik. Asam urat menimbulkan serangan yang sangat spesifik, yaitu pada persendian-persendian.

Inilah fakta yang perlu Anda ketahui. Rematik mempunyai cakupan yang lebih luas dari pada asam urat. Asam urat sendiri adalah salah satu cabang penyakit rematik. Mudahnya begini, Rematik belum tentu asam urat, tapi kalau asam urat sudah pasti rematik.

Ada perbedaan pada tingkatan penyebabnya. Perbedaan asam urat dan rematik bisa diketahui dari penyebabnya. Penyebab asam urat adalah karena kadar asam urat dalam tubuh brelebih. Sedangkan banyak hal yang menyebabkan rematik.

Rematik biasa dijumpai dengan rasa nyeri di bahu, pinggang atau leher, pengapuran di sendi, infeksi dan lain sebagainya. Rematik termasuk penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat, diperkirakan ada lebih dari 90 penyebab penyakit rematik yang salah satunya adalah akibat penumpukan asam urat dalam tubuh.

Anda tidak akan tahu rasa nyeri itu akibat asam urat atau yang lainnya hanya setelah Anda memeriksakannya ke laboratorium. Cek kadar asam urat ke laboratorium adalah cara yang paling valid untuk membedakan asam urat dan rematik. Tidak ada cara yang lebih valid untuk membedakan asam urat dan rematik selain melakukan cek laboratorium.

Orang yang menderita penyakit asam urat disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung kadar purin tinggi, seperti dalam melinjo serta jeroan hewan. Penderita asam urat juga dianjurkan untuk meminum kapsul herbal penyembuhan asam urat. Hal ini karena asam urat merupakan hasil dari proses metabolisme zat purin yang berasal dari asupan makanan. Jika seseorang mengonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi maka secara otomatis kadar asam urat di dalam tubuhnya juga akan meningkat.

ciri-ciri,penyebab,dan pencegahan kanker serviks

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Penyebab Kanker Serviks

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
kanker serviksSelain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.

Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
  1. Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  2. Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  3. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  4. Mengalami sakit saat buang air kecil
  5. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih